Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

SMA N 1 BAYAT

SMA N 1 BAYAT (PLATARAN)



MARI BERGABUNG BERSAMA
SMA NEGERI 1 BAYAT
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
T E R A K R E D I T A S I "A"


SMA N 1 BAYAT beralamat di Dk. Bendan, Ds. Tegalrejo, Kec. Bayat, Kab. Klaten adalah merupakan sekolah yang mempunyai lokasi yang sangat representative untuk kegiatan belajar; jauh dari bising kendaraan, berada di atas hamparan relief alam yang sangat bagus.

  • dari kota Kec. Bayat : 6 KM , 
  • dari kota Kec. Cawas ; 3 KM,
  • dari kota Kec. Trucuk : 8 KM,
  • dari kota Kec. Kr.dowo ; 12 KM, 
  • dari kota Kec. Weru; 12 KM.

Diajar oleh sarjana professional  yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Fasilitas sekolah sangat menunjang untuk proses belajar :


Ø      Lab. Bahasa memiliki 2 unit (ruang),
Ø      Lab. Komputer,
Ø      Lab. Fisika,
Ø      Lab. Biologi,
Ø      Lab. Kimia,
Ø      Perpustakaan yang representative,
Ø      Masjid,
Ø      Lapangan Bola Voley,
Ø      Lapangan  Bola Basket,
Ø      Lapangan Tenis,
Ø      Lapangan Tenis Meja,
Ø      dan Sarana Atletik lainnya.




SMA N 1 BAYAT Tahun Pelajaran 2015/2016 menerima peserta didik baru dengan sistem seleksi berstandar nasional( Nilai Hasil Ujian Nasional dan Piagam Prestasi ).

Bagi pendaftar yang mempunyai prestasi dalam bidang tertentu ( olah raga / kesenian / ilmu pengetahuan ) yang dibuktikan dengan piagam ; MASUK TANPA SELEKSI AKADEMIS.

Penerimaan Peserta Didik Baru SMA N 1 BAYAT  Tahun Pelajaran 2015/2016 bagi pendaftar yang dinyatakan diterima

Pendaftaran dapat diakses melalui website SMA N 1 Bayat; www.sman1bayat.page.tl atau datang langsung ke sekolah.



Daftarkan sekarang juga!
Formulir pendaftaran dapat diambil ditempat pendaftaran SMAN 1 Bayat atau dapat  download  atau kopi di www.sman1bayat.page.tl  formulir yang telah diisi ( tik komputer / tulis tangan ) di bawa ke tempat pendaftaran SMA N 1 BAYAT untuk dimintakan nomor pendaftaran dan pengesahan panitia saat pendaftaran.



PROFIL KELULUSAN


1. Lulusan ke-1 Tahun Pelajaran 2001/2002  Lulus 100%
  • IPA : 65 siswa (L = 27, P = 38) rata-rata 3,98.
  • IPS : 40 siswa (L = 15, P = 25) rata-rata nilai 4,02

2. Lulusan ke-2 Tahun Pelajaran 2002/2003 Lulus 100%
  • IPA : 75 siswa (L = 32, P = 43) rata-rata 5,59.
  • IPS : 38 siswa (L = 23, P = 15) rata-rata nilai 5,76

3. Lulusan ke-3 Tahun Pelajaran 2003/2004 Lulus 100%
  • IPA : 77 siswa (L = 34, P = 43)  rata-rata 4,82
  • IPS : 37 siswa (L = 18, P = 19) rata-rata nilai 4,95.

4. Lulusan ke-4 Tahun Pelajaran 2004/2005 Lulus 100%
  • IPA : 74 siswa (L = 22, P = 52)  rata-rata 6,07 
  • IPS : 75 siswa (L = 44, P = 31)  rata-rata 6,40.

5. Lulusan ke-5 Tahun Pelajaran 2005/2006 Lulus 98%
  • IPA : 75 siswa (L = 26, P = 49) lulus 100% rata-rata nilai 7,48.
  • IPS : 77 siswa (L = 50, P = 27) lulus 74 siswa (96,10%) siswa yang tidak lulus ada 3 siswa, rata-rata nilai 7,06

6. Lulusan ke-6 Tahun Pelajaran 2006/2007 Lulus 95,3%
  • IPA : 79 siswa (L =37, P = 42) lulus 100% rata-rata nilai 7,38. 
  • IPS : 69 siswa (L = 33, P = 36) lulus 62 siswa (89,86%) yang tidak lulus ada 7 siswa, rata-rata nilai 6,29.

7. Lulusan ke-7 Tahun Pelajaran 2007/2008 Lulus 100%
  •  IPA : 80 siswa (L = 35, P = 45),  rata-rata nilai 6,65.
  •  IPS : 75 siswa (L = 33, P = 36),  rata-rata nilai 7,56.

8. Lulusan ke-8 Tahun Pelajaran 2008/2009 Lulus 99,4%
  • IPA : 80 siswa (L = 16, P = 64), lulus 80 (100%) rata-rata nilai 7,88
  • IPS : 84 siswa (L = 51, P = 33), lulus 83 (98,81%) rata-rata nilai 7,29 dan siswa yang tidak lulus 1 siswa perempuan.

9. Lulusan ke-9 Tahun Pelajaran 2009/2010 Lulus 100%
  • IPA : 76 siswa (L = 21, P = 55), rata-rata nilai 8,28 ( kabupaten peringkat 5   dan provinsi peringkat 47 ). IPS : 75 siswa (L = 46, P = 29), rata-rata nilai untuk program 
  • IPS :  7.79 (kabupaten peringkat 5  dan provinsi peringkat 61 ).

10. Lulusan ke-10 Tahun Pelajaran 2010/2011 Lulus 100%
  • IPA : 74 (L : 20, P : 54); rata-rata nilai 8,19. 
  • IPS : 37 (L : 18, P : 19). rata-rata nilai 6,68.

11. Lulusan ke-11 Tahun Pelajaran 2011/2012 Lulus 100%
  • IPA : 82 (L : 24, P : 58);rata-rata nilai 8,44.
  • IPS : 87 (L : 39, P : 48). rata-rata nilai 7,47.

12. Lulusan ke-12 Tahun Pelajaran 2012/2013 Lulus 100%
  • IPA terdiri dari 82 Siswa (L: 19, P: 63) rata-rata nilai 6,45
  • IPS terdiri dari 81 Siswa (L: 44, P: 37). rata-rata nilai 5,83.

13. Lulusan ke-13 Tahun Pelajaran 2013/2014 Lulus 100%
  • IPA terdiri dari 63 siswa (L:14, P: 49) rata-rata nilai 6,12. 
  • IPS terdiri dari 51 siswa (L: 32, P: 19) rata-rata nilai 6,33.

14. Lulusan ke-14 Tahun Pelajaran 2014/2015 Lulus 100%
  • IPA terdiri dari 44 siswa (L: 12, P: 32). 
  • IPS terdiri dari 49 siswa (L: 27, P: 22)


Info Lengkap Kunjungi Akun Resmi SMA N 1 BAYAT :
http://wisnujadmika.wordpress.com/

SMANSABA JAYA....!!!

Danau Toba - Cerita Rakyat Sumatra Utara

ASAL MULA DANAU TOBA








(Gambar. Danau Toba)


          Pada zaman dahulu ada seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan sawah dan ladang untuk keperluan hidupnya.

          Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ikan ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan.

          Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang lelaki itu langsung pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi sudah cukup lama dia memancing, tak seekor ikan pun didapatnya. Kejadian yang begitu belum pernah dia alami. Sebab biasanya ikan di sungai itu mudah saja dia pancing. Karena sudah terlalu lama tak ada juga kan yang memakan umpan pancingnya, dia jadi kesal dan memutuskan untuk berhenti saja memancing.



          Tetapi ketika dia hendak menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan yang langsung menarik pancing itu jauh ke tengah sungai. Hatinya yang tadi sudah kesal berubah menjadi gembira, karena dia tahu bahwa ikan yang menyambar pancingnya itu adalah ikan yang besar. Setelah beberapa lama ia biarkan pancingnya ditarik ikan itu kesana kemari, barulah pancing itu ditariknya perlahan-lahan. Ketika pancing itu disentakkannya tampaklah seekor ikan besar tergantung dan menggelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat ikan itu ditariknya ke darat supaya tidak lepas. Sambil tersenyum gembira mata pancingnya dia lepas dari mulut ikan itu. Pada saat dia sedang melepaskan mata pancing itu, ikan tersebut memandangnya dengan penuh arti.

         Kemudian, setelah ikan itu diletakkannya ke satu tempat dia pun masuk ke dalam sungai untuk mandi. Perasaannya gembira sekali karena belum pernah dia mendapat ikan sebesar itu. Dia tersenyum sambil membayangkan betapa enaknya nanti daging ikan itu kalau sudah dipanggang. Ketikan dia meninggalkan sungai untuk pulang ke rumahnya hari sudah mulai senja. Setibanya di rumah, lelaki itu langsung membawa ikan besar hasil pancingannya itu ke dapur. Ketika dia hendak menyalakan api untuk memanggang ikan itu, ternyata kayu bakar di dapurnya sudah habis. Dia segera keluar untuk mengambil kayu bakar dari bawah kolong rumahnya. Kemudian, sambil membawa beberapa potong kayu bakar dia naik kembali ke atas rumah dan langsung menuju dapur.


           Pada saat lelaki itu tiba di dapur, dia terkejut sekali karena ikan besar itu sudah tidak ada lagi. Tetapi di tempat ikan itu tadi diletakkan tempat terhampar bebeapa keping uang emas. Karena terkejut dan heran mengalami keadaan yang aneh itu, dia meninggalkan dapur dan masuk ke kamar.

           Ketika lelaki itu membuka pintu kamar, tiba-tiba darahnya tersirap karena di dalam kamar itu berdiri seorang perempuan dengan rambut yang panjang terurai. Perempuan itu sedang menyisir rambutnya sambil berdiri menghadap cermin yang tergantung pada dinding kamar. Sesaat kemudian, perempuan itu tiba-tiba membalikkan badannya dan memandang lelaki itu yang tegak kebingungan di mulut pintu kamar. Lelaki itu menjadi sangat terpesona karena wajah perempuan yang berdiri di hadapannya luar biasa cantiknya. Dia belum pernah melihat perempuan secantik itu meskipun dahulu dia sudah jaun mengembara ke berbagai negeri.


          Karena hari sudah malam, perempuan itu minta agar lampu dinyalakan. Setelah lelaki itu menyalakan lampu, dia diajak perempuan itu menemaninya ke dapur karena dia hendak memasak nasi untuk mereka. Sambil menunggu nasi masak, diceritakan oleh perempuan itu bahwa dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang tadi didapat lelaki itu ketika memancing di sungai. Kemudian dijelaskannya pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak di dapur itu adalah penjelmaan sisiknya.

          Setelah beberapa minggu perempuan cantik itu tinggal serumah bersamanya, pada suatu hari lelaki itu melamar perempuan tersebut untuk jadi istrinya. Perempuan tersebut menyatakan bersedia menerima lamarannya dengan syarat lelaki itu harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal usul istrinya yang menjelma jadi ikan. Setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.

           Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama samosir. Anak itu sangat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.

           Seelah cukup besar, anak itu disuruh ibunya mengantar nasi setiap hari untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Namun, sering dia menolak mengerjakan tugas itu sehingga terpaksalah ibunya yang mengantarkan nasi ke ladang.

           Suatu hari, anak itu disuruh ibunya lagi mengantarkan nasi ke ladang utnuk ayahnya. Mulanya dia menolak. Akan tetapi, karena terus dipaksa ibunya, dengan kesal pergilah dia mengantarkan nsi itu. Di tengah jalan, sebagian besar nasi dan lauk pauknya dia makan. Setibanya di ladang, sisa nasi yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, si ayah sudah sangat lapar karena nasinya sudah sangat terlambat sekali diantarkan. Oleh karena itu, maka si ayah jadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa. Amarahnya makin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasi itu. Kesabaran si ayah menjadi hilang dan dia pukuli anaknya sambil mengatakan “Anak yang tak bisa diajar. Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!”

           Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia adukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua kata-kata cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya diceritakan pula. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu. Si ibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu. Tanpa bertanya lagi, si anak segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukit tersebut dan mendakinya.

           Ketika tampak oleh si ibu anaknya sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit, dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya dirumah mereka itu. Ketika di tiba ditepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yang menggelegar. Sesaat kemudian dia melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat yang sama, sungai itupun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap ke mana-mana dan tenggelamlah lembah tempat sungai itu mengalir. Pak Toba tidak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelaman, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang kemudian hari dinamakan orang danau Toba. Sedang pulau kecil di tengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.


Demikian, Cerita Rakyat Danau Toba yang berasal dari Sumatra Utara, Apabila Ada salah kata saya meminta maaf yang sbesar-besarnya.

TERIMA KASIH.

Gunung Merapi - Cerita Rakyat Jawa Tengah

       Hai Sobat,,, Pada Kesempatan saat ini saya akan memberikan kepada anda Cerita Rakyat yang berasal dari Jawa Tengah, yaitu Gunung Merapi. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca selengkapnya artikel berikut ini..


GUNUNG MERAPI




(G. Merapi, Jawa tengah)


CERITA RAKYAT

          Pada zaman dahulu kala, pulau jawa belum banyak daerah yang dihuni oleh manusia. Kebanyakan wilayahnya adalah hutan belantara yang dihuni oleh makhluk-makhluk gaib dan binatang liar. Keadaan pulau jawa pada waktu itu miring, sehingga mengkhawatirkan kelangsungan makhluk hidup yang menempatinya. Hanya ada beberapa bagian yang dihuni oleh sekelompok manusia yang hidup secara bergerombol dan suka berpindah-pindah karena keganasan alam dan serangan musuh.

          Para penghuni pulau jawa ini tidak menyadari kalau tanah yang mereka tempati itu sebenarnya miring, sehingga ada kekhawatiran akan meluncur dan tenggelam ke laut Selatan. Yang mengetahui keadaan ini adalah para dewa di kayangan yang peduli akan kelangsungan hidup para penghuni pulau Jawa waktu itu. Para dewa di kayangan akhirnya sepakat untuk membuat agar pulau Jawa tidak miring, sehingga para penghuninya bisa berkembang biak dan semakin maju peradabannya.



            Ketakutan yang mereka alami tentu saja tidak bisa mereka elakkan lagi. Tidak hanya manusia yang ketakutan namun para penghuni lainnya termasuk binatang juga lari tunggang-langgang ketakutan

          Para dewa kemudian berunding lagi untuk menentukan pemberat yang akan mereka taruh di tengah pulau itu. Mereka memutuskan menggunakan Gunung Jamurdwipa yang yang sangat terkenal bagi makhluk-makhluk gaib dan sangat tinggi menjulang di dalam laut selatan. Para dewa kemudian memberikan pengarahan dan meminta izin para penghuni Gunung Jamurdwipa aga segera pindah tempat, karena gunung yang mereka tempati akan dipindahkan ke tengah-tengah pulau Jawa.

           Dari hasil pengukuran yang telah mereka lakukan terdahulu, ternyata lokasinya dihuni oleh dua orang yang sedang bekerja di tengah hutan belantara. Ke dua orang itu ternyata empu yang sedang membuat keris. Para dewa kemudian mengutus Dewa Panyarikan dan Batara Narandha beserta para pengawal untuk memberitahu kepada kedua orang itu agar segera pindah karena tempatnya akan diletakkan Gunung Jamurdwipa.

          Para utusan dewa itu terpesona melihat kedua empu yang sedang mengerjakan keris masing-masing tanpa bantuan alat apapun. Empu itu sedang mencampur segala macam bahan logam dan dengan tangan kosong mereka menggunakan telapak tangan dan jari-jari untuk menempa dan memilin campuran bubuk logam itu hingga menggumpal.

         Pekerjaan empu pada waktu itu tentu saja tidak bisa disela karena memelukan konsantrasi tingkat tinggi untuk mengolah bijih logam itu. Para utusan pun mau menunggu, dan sambil melihat betapa takjubnya mereka mengetahui cara pembuatan keris yang dilakukan oleh para empu itu. Gumpalan besi itu kemudian dipukul-pukul dan diurut-urut oleh para empu itu hanya menggunakan tangan mereka. Dan yang lebih menakjubkan lagi gumpalan besi itu membara dan menyala-nyala namun tangan para empu itu tidak terbakar sedikitpun.

         Pekerjaan empu itu sebenarnya belum selesai namun karena ada utusan penting, maka pekerjaanya di hentikan sementara dan menemui utusan dari kayangan tersebut. Empu tersebut kemudian memperkenalkan diri. Yang satunya bernama Mpu Permadi sedangkan yang satunya lagi bernama Mpu Rama. Setelah saling memperkenalkan diri dan sedikit basa-basi, akhirnya Batara Naradha dan Dewa Panyarikan mengutarakan maksud kedatangannya

          Batara Naradha pun segera menyampaikan maksud kedatangannya dan didukung oleh pernyataan Sewa Panyarikan, yaitu menyarankan agar kedua empu itu segera pundah dari lokasi itu karena akan ditepatkan gunung besar yang akan digunakan untuk menyeimbangkan pulau Jawa yang sedang miring. Batara Naradha menjelaskan hal ikhwal terjadinya gempa dan keadaan pulau Jawa yang sangat mengkawatirkan mengharapkan agar kedua orang itu mau mengerti dan menuruti kehendaknya tanpa ada halangan satupun. Tidak lupa Dewa Panyarikan pun menjelaskan pentingnya pekerjaan itu demi kelangsungan hidup para penghuni pulau Jawa.

          Mpu Permadi dan Mpu Rama tertegun dan saling berpandangan. Nampak dari gurat wajahnya seperti tidak berkenan dengan kehendak para dewa. Ke dua empu itu mempunyai kepentingan terkait dengan pekerjaannya yang belum selesai. Dan ternyata ke-dua empu itu tidak berkenan bila harus berpindah tempat, sementara pekerjaan membuat kerisnya baru saja dimulai dan harus diselesaikian dilokasi itu. Kedua empu itu berpendapat jika pembuatan kerisnya tidak selesai dengan sempurna akan mendatangkan malapetaka bagi manusia, maka harus mereka meminta harus menunggu hingga pekerjaannya selesai.

          Kedua utusan itupun berpendapat jika perkara ini adalah perkara yang bersifat mendesak, sehingga jikalau harus menggunakan pemaksaan pun akan dijalankannya. Kedua utusan itu tak henti-hentinya menerangkan bahwa tugas yang diembannya adalah demi kelangsungan hidup umat di pulau Jawa. Namun kedua empu itu juga kokoh pada pendiriannya, jika pengerjaan keris itu tidak sempurna juga akan mendatangkan mala petaka bagi manusia.

          Kedua kubu itu pun terlibat adu mulut yang sangat menegangkan. Nampaknya suasananya semakin menjadi tidak terkendali. Karena alasan yang sangat mendesak, maka kedua utusan dewa pun menggunakan pemaksaan dengan mengerahkan seluruh bala tentara pengawalnya untuk menyerang kedua empu itu. Kedua empu itu segera memasang kuda-kuda untuk menyambut serangan bala tentara kayangan itu. Nampaknya pertarungan itu tidaklah seimbang mengingat kesaktian dari kedua empu itu dalam waktu yang tdak lama semua bala tentara itu berhasil dikalahkan.

         Kini tinggal berempat mereka berhadap-hadapan dan terjadilah duel satu lawan satu. Pertarungan sengit pun tak bisa dihindarkan. Pertarungan kali ini nampak seimbang, sehingga pertempurannya berlangsung lama dan wilayah sekitar pertempuran itu nampak berantakan, banyak batu-batu berhamburan dan hancur jadi debu, pohon-pohon besar bertumbangan dan asap atau debu mengepul.

           Batara Guru kemudian memberi titah kepada Dewa Bayu untuk memberikan pelajaran buat Mpu Rama dan Mpu Permadi. Dewa Bayu diperintah untuk segera memindahkan Gunung Jamurdwipa dengan meniupnya. Batara guru tidak peduli dengan keselamatan kedua empu itu, karena telah menentang para dewa dan membahayakan keselamatan umat manusia.

         Berangkatlah Dewa Bayu ke Laut Selatan. Dengan kesaktiannya, Dewa Bayu segera meniup gunung itu. Tiupan Dewa Bayu yang bagaikan angin topan berhasil menerbangkan Jamurdwipa hingga melayang-layang di angkasa dan kemudian jatuh tepat di perapian kedua empu tersebut. Kedua empu yang berada di tempat itu pun ikut tertindih oleh Gunung Jamurdwipa hingga tewas seketika. Kemudian roh kedua empu tersebut tidak bisa diterima

         Meskipun kedua empu sakti itu telah tewas tertimpa gunung, namun sisa-sisa kesaktiannya tidak padam. Bahan keris yang masih dalam proses pengerjaanya masih menyala dan tidak dapat dipadamkan kecuali oleh kedua orang empu yang sudah tewas tersebut dan terus menerus membara dan karena tertimbun oleh gunung, lama kelamaan semakin membara dan membesar. Karena bertambah besar baranya, maka tempatnya menjadi terbatas sedangkan tekanannya menjadi meningkat. Bara api yang makin membesar itu menyembur ke atas dengan membakar bebatuan dan tanah yang menimbunnya hingga meleleh. Oleh karena tanah dan bebatuan yang meleleh tadi mnimbulkan lobang yang semakin hari semakin bertambah luas hingga sekarang menjadi kawah.


Sekian Postingan Saya Tentang Cerita Rakyat Gunung Merapi, Jawa Tengah. Apabila ada salah kata kami ucapkan meminta maaf yang sebesar-besarnya..

TERIMA KASIH

TIMUN MAS - Cerita Rakyat Jawa Tengah

Timun Mas

       Hai Sobat,,, Pada Kesempatan saat ini saya akan memberikan kepada anda Cerita Rakyat yang berasal dari Jawa Tengah, yaitu Timun Mas. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca selengkapnya artikel berikut ini..

                                                                                                                                                                 
TIMUN MAS
Cerita Rakyat Jawa Tengah
          Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun.
           Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun.



          “Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju.

           Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.

          Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.

           Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas.

          Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.

           Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. Raksasa menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah dibohongi suami istri itu. Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia mengejar Timun Mas ke hutan.

         Raksasa segera berlari mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa. Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah.

          Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri.

           Tapi Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.

         Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.

           Timun Mas lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.

          Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi.
Demikian Artikel Tentang Cerita Rakyat TIMUN MAS. Apabila ada salah kata saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. TERIMA KASIH


Mandungan, Wiro, Bayat, Klaten


KAMPUNG MANDUNGAN (RW.07)




          Mandungan (RW.07) merupakan salah satu kampung yang berada di desa Wiro, kecamatan Bayat, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kampung yang terletak di Timur Laut atau paling ujung desa Wiro ini terhimpit oleh dua buah aliran sungai. Sungai Dengkeng yang terletak di sebelah Selatan Kampung Mandungan & Kali Kuning yang terletak di sebelah utara Kampung Mandungan. Kedua aliran sungai tersebut bersatu di sebelah Timur Kampung Mandungan, Warga Mandungan menamainya dengan istilah "PONCOT" karena kedua sungai itu bersatu di daerah paling ujung Kampung Mandungan.

          Setiap tahun kedua sungai tersebut sering meluap dan menyebabkan banjir yang menggenangi daerah yang berada disekitar Kampung Mandungan, diantaranya Pilangsari dan Jonggrangan. Tanggul sungai tersebut sering juga mengalami Longsor.

          Kampung Mandungan terdapat 108 kepala keluargayngan yang mendiami dukuh Mandungan, atau terdapat sekitar 570 warga, diantaranya anak-anak, orang dewasa, dan Manula. yang tersebar di 3 RT. Terdapat Gereja GMAHK (Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh) dan juga terdapat Masjid.


          Warga Mandungan sebagian besar berprofesi sebagai penjual ES KADO yang tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Selain itu Masyarakat juga mempunyai pekerjaan sebagai Petani & peternak. Tanaman yang banyak ditemukan di sana adalah Palawija, Padi, dan Jagung. Terdapat kelompok Peternak Sapi di Mandungan yang di beri nama BAROKAH, didalam kelompok peternak sapi tersebut terdapat 20 anggota.
 

          Sekian, Deskripsi Singkat Saya Atas Desa Mandungan, Jika Ada Salah Kata Saya Minta Maaf Yang Sebesar-besarnya.

Susunan Pemimpin Kampung Mandungan
  1. Ketua RW       : Bapak Suparman  
  2. Ketua RT         : Bapak Saimin, Bapak Miyarto, Dan Bapak Suparlan.
  3. Ketua Pemuda : Sdr. Heri Susanto


TERIMA KASIH


(Mandungan, Wiro, Bayat, Klaten, Jawa Tengah)

SHARE This ARTIKEL

BRUDEL MANADO

......late posting...

Brudel Manado

Ternyata ini loh..yang dimaksud ibu mertua..roti brudel manado...BUKAN  Bluder Cake...
anyway..jadi tahu perbedaan keduanya...yang satu cakey yang satunya lebih ke rerotian
Walaupun sama-sama pakai ragi prosesnya..
Testimoninya...enak semuaaaa....hehehehe
Ternyata pula gampang banget bikinnya...kagak pakai mixer,tinggal aduk-aduk..diamkan..oven..jadi dehhh..
Hasil Gogling resep dari blog ricke..blog riana..akhirnya pilihan jatuh pake resep asli milik mba jane sipasulta
Taraaaaaaa....this is it...

My kids action with Brudel ......( edited 12 Aug.2015 )





Copas Resep Aslinya mba Jane ....makasih mbaaa..

BRUDEL (bukan BLUDER yaa..)

Bahan:
5 1/2 gls terigu
5 btr telur
1 1/2 gls gula pasir
1 gls susu bubuk
100 gr margarin (blueband sachet 200gr, dibelah 2 aja, pake 1/2nya, jd ga usah repot nimbang..hehe)
2 gls air hangat
1 bks fermipan (ragi instan)


Cara membuat:

1. Campur bahan kering (terigu, gula, susu, ragi) jadi satu.

2. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur.

Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.

3. Tambahkan air hangat sedikit2. Aduk rata.

4. Tuang di loyang yg sudah dioles mentega dan ditabur terigu

(catatan: adonan ini bakal ngembang, jd masukkan setengah loyang saja, kalo ga bisa luber kemana-mana)

5. Diamkan kurleb setengah jam, smp adonan naik.

6. Panggang di oven smp matang.

7. Setelah matang, keluarkan dari oven.

Lgsg oleskan margarin di permukaan kue yg msh panas.




Note :

gelas yg dipake gelas belimbing ato yg standar aja..

bisa pake cup/cangkir jg bisa asal sama ukuran gls/cup/cangkirnya..

jgn ngukur terigu, pake cangkir ini.. trus ngukur gula, pake cangkir yg lain...



LATBAR Kue Tampah

....postingan terlambat....hihihihi...

Bertempat di rumah mba novi,flamboyan loka,Graha Raya Bintaro..tanggal 12 April 2015 lalu
Rame-rame latbaran kue tampah....seruuu....30 an orang yang ikutan ..

Bayangpun,ibu-ibu semua,bayangpun serunya deretan potluck,bayangpun serunya yang nyambi jualan produk andalan..

Materinya : kue ku,onde-onde,kue sus vla manis,lapis pepe,talam ebi, semar mendem,..
Dan pengajarnya bu diyan..mba novi..mba anna..intinya sih kebersamaan dan sharing ilmu ..

Selain membuat kue-kue tradisional juga belajar menghias tampah besar..hias piring mini..
Bu diyan mengajarkan mulai dari memotong sterofoam untuk alas tampah hingga berbagai variasi lipatan daun untuk tampah.lalu diajarkan pula menyusun lipatan daun tersebut serta tip-tips nya supaya rapi,dan cepat
Dan pada akhirnya mengatur susunan kue-kue dalam nampan beserta kemasannya.

Yang seru rebutan hasilnya..xixixixi...mirip pelelangan pasar subuh...hahahaha

...foto-foto selama latbar....sayang potluck gak sempat di potret,sudah habis duluan hehehe


..lesehan sambil ngelap-lap daun..:) mendengarkan cerita tentang materi latbar..by bu Diyan S


Pemateri plus PIC Dengan mug kebanggan ..


Ini dia kue-kue hasil latbar yang siap disusun



Narsis berjamaah


This is it....taraaaaaa

*edited 13 Aug'2015

SILAKBAR BKR 2015

Kemeriahan di gedung Lotte Mart bekasi...
Silaturahmi akbar Bakul Kue Rumahan ke -2,pada hari sabtu 2 Mei 2015
Mendadak halaman Lotte Mart Bekasi menjadi lautan orange,isinya ibuk-ibuk semua..pengusaha rumahan semua...


berpose setelah pendaftaran ulang..
dapat kostum wajib pakai...celemek BKR..name tag..coupon penukaran


Komunitas kuuuuuu.....














Seru habis acaranya; sosialisasi haki..sosialisasi halal/haram produk pangan/bahan kue,demo produk dari sponsor zeelandia,demo cake/kuker dari chef yongky gunawan...





















Selain itu diselenggarakan lomba hias tumpeng dan lomba hias cake batik,masing - masing acara lomba hanya berlangsung 30 menit




Untuk lomba hias tumpeng..saya berduet dengan bu Diyan S..
Dari rumah Kami sudah menyiapkan semua bahan hias,lipatan daun dan lauk pauk matang untuk tumpeng,serta nasi kuning
sedangkan dari pihak panitya sudah disediakan
tampah ukuran sedang 40 cm
dan yang bikin seru..kami menang lomba tumpeng..dapat juara 2..alhamdulillah...hihihihi
hadiahnya masing-masing mixer miyako





Bagi saya ini pengalaman yang berharga bangeettt..secara baru sekalinya iseng ikutan lomba hias tumpeng..eehh malah dapat juara
Tak sia-sia juga hasil begadangan semalaman dan pelototin youtube..demi belajar garnish..heheheh






Sesaat setelah di hias ..SKS..Sistem Kebut Serabutan...berpose sebelum dinilai,di icipin





Ini dia hasilnya...not bad lah...


Sedangkan Untuk Lomba hias cake motif batik... temen ikutan lomba dan....dapat juara harapan 3






Mba Shinta in action dalam lomba cake hias Batik..
Gemeteran di lihatin teh nenis.hehehe


Dan pada akhirnya acaranya yang ditunggu-tunggu...bagi-bagi door prizee...
...semua pesertanyanya dapat doorprizee...loyang brownies..klakat..produk sponsor..bahan kue..alat masak...alhamdulillah





Acara selesai jam 17.30....Pulang Dapat ilmu..dapat hadiah...dapat icip-icip potluck..dapat goodybag..dapat temen baru...
asyik..asyik....foto-foto...dan foto..foto...


deretan potluck wajib icip....seruuuuu



Suasana di atas panggung pembukaan dengan teh Nenis..teh Nina Naura dan pihak Lotte pak...suami teh nenis




si centil,narsis diantara potluck..goodybag.doorprze dan.hadiah lomba..

*edited 13 Aug 2015

BOLU KUKUS MANGGA


BOLU KUKUS MANGGA
Resep Sajian Sedap

Bahan : 
4 butir telur
100 gram gula pasir
1/4 sendok teh garam
1 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
120 gram tepung terigu protein sedang
1/4 sendok teh baking powder
15 gram santan kental instan
50 gram mangga, diblender halus
5 tetes pewarna kuning
20 gram gula palem


Cara Pengolahan :

  1. Kocok telur, gula pasir, garam, dan emulsifier sampai mengembang. Masukkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk perlahan bergantian dengan santan kental instan, blenderan mangga, dan pewarna kuning.
  2. Tuang setengah di loyang loaf 24x10x7 cm yang dialas kertas roti. Tabur gula palem. Tuang lagi sisanya.
  3. Kukus 20 menit dengan api sedang sampai matang.
Untuk 14 potong

Brownies Kukus Lapis Cokelat


Brownies Kukus Lapis Cokelat

Resep  Ibu Fatmah Bahalwan

Bahan A:
12 btr telur
450 gr gula pasir
20 gr emulsifier
1 sdt garam

Bahan B:
75 gr coklat bubuk
300 gr tepung terigu

Bahan C:
300 gr mentega/margarine
200 gr dark cooking chocolate
1 sdm pasta coklat black forest
1 sdt pasta vanilla

Bahan filling:
250 gr coklat beras (meses)

Cara membuat:
Siapkan loyang kotak ukuran 26x26x8cm, poles margarin dan alasi kertas, poles lagi dengan margarin. Lelehkan mentega dan dark cooking chocolate dengan cara ditim.
Kocok bahan A sampai kental dan “berjambul petruk”. 
Masukkan bahan B sambil diayak, aduk rata. 
Tuang bahan C, aduk hingga rata benar. 
Bagi menjadi 3 bagian sama rata.
Tuang satu bagian adonan kedalam loyang, kukus selama kurang lebih 10 menit.
Buka kukusan, taburi 1/2 bagian mesis, tuang lagi satu bagian adonan, kukus lagi. Lakukan sampai adonan habis, menjadi 3 lapis. 
Terakhir, kukus kurang lebih 30 menit hingga matang. Lakukan tes tusuk.

PUDDING TELUR CEPLOK





PUDING TELOR CEPLOK
By. Retno Setiyaning

Bahan I:
200 gram labu kuning, dikukus, dihaluskan
300 ml santan
50 gram gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 bks agar-agar bubuk warna oranye (pakai yg plain juga bisa tapi bener2 alami warna labu kuning)

Bahan II:
500 ml santan
125 gr gula pasir
1 lembar daun pandan
1/2 bungkus agar-agar bubuk
1 sendok teh jeli instan bubuk
1/4 sdt garam

Peralatan yg diperlukan:
- cetakan kue talam
- mika cup (bentuknya seperti cetakan pie susu tapi berbahan mika)

Cara Membuat:
1. Campur dan aduk bahan I kecuali labu halus. rebus hingga mendidih sambil diduk, matikan api. Masukkan labu kuning halus. Tuang ke dalam cetakan2 kue talam. Sisihkan dan biarkan  beku.
2. Campur dan aduk bahan II. Rebus hingga mendidih sambil diaduk, matikan api. sisihkan.
3. Lepaskan puding yg dicetak dalam cetakan kue talam. Taruh ke dalam cup mika (ltakkan secara terbalik, bagian pantat di atas). Tuang adonan puding santan (bahanII) ke dalam cup mika hingga memenuhi permukaan mika. Dinginkan hingga beku.
4. Setelah beku puding siap dihidangakan tanpa melepasnya dari cup mika.

Tips.
*** Jika untuk jualan atau untuk isi snack box, puding tadi dipacking dengan mika satuan (yang tangkepan),
Jika tidak ada labu kuning bisa diganti dengan ubi jalar yang kuning.


BOLU GULUNG PANDAN MINI

Bolu gulung Pandan Mini

Penulis F atmah Bahalwan

Bahan A:
2 btr    telur ayam
50 gr    gula pasir
1 sdt    cake emulsifier

Bahan B:
50 gr    tepung terigu protein sedang

Bahan C:
50 ml    santan
1 sdt    pandan pasta

Bahan D:
3 sdm    butter cream

Cara membuat:

  1. Kocok bahan A hingga kental, masukkan bahan B, aduk rata, tuangi bahan C aduk hingga rata.
  2. Tuang adonan kedalam loyang 22x22x4cm, ratakan.
  3.  Kukus selama 20 menit atau hingga matang.
  4. Angkat, biarkan uapnya hilang dan cake dingin. 
  5. Balikkan diatas kertas roti, poles rata dengan bahan D.
  6. Gulung segera dan padatkan.

Bolu Gulung Dasar


Bolu Gulung Dasar
Resep Ibu  Fatmah Bahalwan

Bahan:
15 btr kuning telur
150 gr gula pasir
75 gr tepung terigu
175 gr mentega, kocok hingga mengembang dan pucat

Olesan :
Selai Strawberry secukupnya

Cara membuat:

  1. Kocok telur dan gula hingga kental, matikan mikser.
  2. Masukkan mentega kocok, aduk rata. 
  3. Masukkan tepung terigu. Aduk rata.
  4. Tuang kedalam Loyang ukuran 25x35x4 cm yang sudah dioles margarine dan dialasi kertas roti, ratakan.
  5. Oven selama 15-20 menit dengan suhu 180 derajat Celsius hingga matang.
  6. Balik ke atas serbet atau kertas roti, olesi dengan selai stroberi, lalu gulung perlahan.
  7. Dinginkan dalam kulkas, potong-potong.


Butter Cake Dasar 8 Telur


Buttercake Dasar 8 Telur
Resep Ibu Fatmah Bahalwan

Bahan:
8 butir kuning telur
6 butir putih telur
250 gr mentega
250 gr gula pasir
250 gr tepung terigu

Cara membuat:
Kocok mentega dan gula hingga mentega pucat dan mengembang, lalu masukkan kuning telur satu persatu, sambil dikocok terus hingga rata.
Masukkan tepung terigu, aduk rata.
Ditempat lain, kocok putih telur hingga kaku. 
Campurkan pada adonan mentega, aduk rata.
Tuang dalam loyang cincin 22-24 cm yang telah dioles margarine dan dialasi kertas roti, oven hingga matang, kurang lebih 45 menit pada suhu 180 derajat Celsius.


* Bisa divariasikan sebagai Cake Marmer

Sponge Cake


Sponge Cake Dasar
Resep Ibu  Fatmah Bahalwan

Bahan:
8 btr telur
200 gr gula
225 gr tepung terigu
1 sdm emulsifier
100 gr margarine, lelehkan

Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai naik, masukkan emulsifier, kocok terus hingga kental berjejak (fase ‘jambul petruk’) :).
Tuang tepung terigu sambil di ayak secara bertahap, aduk rata.
Masukkan mentega cair, aduk rata.
Tuang kedalam loyang cincin 24-26 cm, yang sudah diolesi margarin-ditaburi tepung.
Panggang hingga matang, kurang lebih 45 menit,suhu 180 drajat celsius.